Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

TAKDIR

Gambar
Oleh: Enny Ummu Almira Pembahasan dan pengertian takdir selalu menarik perhatian para muslim. Penjelasan tentang takdir sebetulnya telah diperoleh sejak seorang muslim duduk di bangku sekolah. Namun penjelasan tentang takdir kadang bikin bingung, hingga sulit membedakan dengan qada dan qadar . Qadha adalah ketetapan Allah ﷻ sejak sebelum penciptaan alam semesta ( zaman azali ). Penetapan qadha sesuai kehendak Allah ﷻ, tentang berbagai hal yang berhubungan dengan makhluk-Nya. Sedangkan qadar adalah perwujudan ketetapan Allah ﷻ ( qadha ) yang sering disebut takdir. Qadha adalah rencana dan qadar adalah perwujudan atau kenyataan, yang hubungan keduanya tak mungkin dipisahkan. " Jadi apa arti iman kepada qada dan qadar? Artinya percaya sepenuh hati pada ketetapan Allah ﷻ, namun bukan berarti tidak berusaha (ikhtiar). Karena keberhasilan tidak akan tercapai tanpa usaha, " Takdir bisa dirubah dengan do'a Sesungguhnya seorang hamba terhalangi dari rizkinya karena dosa yang dila...

NEGARA BERANTAKAN KARENA MENCAMPAKKAN AL-QURAN

Gambar
Ramadhan adalah Bulan Al-Qur'an. Pada bulan inilah untuk pertama kalinya Al-Qur'an diturunkan oleh Allah ﷻ. Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mukjizatnya yang paling istimewa. Kemukjizatan Al-Qur'an tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Ini berbeda dengan mukjizat para rasul lainnya. Mukjizat mereka berlaku hanya saat mereka hidup. Mukjizat Nabi Musa as. dalam membelah lautan, misalnya, hanya terjadi dan disaksikan oleh orang-orang yang hidup pada zamannya. Adapun kemukjizatan Al-Qur'an berlaku hingga saat ini meski Rasulullah ﷺ sebagai pembawanya telah lama wafat. Allah ﷻ berfirman: إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Sungguh Kamilah Yang telah menurunkan Al-Qur'an. Sungguh Kami pula Yang menjadi Penjaganya (QS al-Hijr [15]: 9). Mengomentari ayat di atas, Syaikh Wahbah az-Zuhaili menyatakan, “ Kalimat Sungguh Kami pula Yang menjadi Penjaganya, yakni dari kepunahan, penambahan dan pengurangan. Al-Qur'an adalah hujjah ...

TINGKATAN MANUSIA

Gambar
Oleh: Enny Ummu Almira Allah menciptakan makhluk berbeda-beda, bukan hanya dalam hal tumbuhan, hewan dan manusia, tapi dari manusia itu sendiri berbeda-beda. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَلِكُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوْا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَا فِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ "Dan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-An'am 6 Ayat 132) Yang di bahas di sini adalah khusus manusia. Manusia di ciptakan berbeda-beda, berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, beda warna kulit, bentuk rambut, dan yang paling spesifik adalah beda sidik jari dan DNA. يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ " Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-ba...

NEGERI YANG BAROKAH

Gambar
Oleh: Enny Ummu Almira Berbicara tentang negeri yang barokah, bagi yang sudah belajar Islam kaffah akan langsung teringat dengan kehidupan pada jaman khilafah, di mana sistem Islam di tegakkan. Yang terbayang adalah pemimpin yang adil, rakyat makmur baik yang muslim maupun non-muslim. Khilafah adalah negara bagi umat Islam di seluruh dunia, yang bisa menjadi wadah bagi mereka, dengan perbedaan latar belakang paham keagamaan dan politiknya. Karena itu, secara syar‘i, Khilafah didefinisikan sebagai kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia dalam rangka menerapkan Islam di dalam negeri dan mengemban Islam ke seluruh dunia. Khilafah juga akan menjadi pemersatu umat Islam dalam satu wadah. Dengan begitu, umat ini akan menjadi satu umat, satu negara, dan satu kepemimpinan. Dalam hal ini, Umar bin al-Khatthab pernah menyatakan: لاَ إِسْلاَمَ إِلاَّ بِالْجَمَاعَةِ وَلاَ جَمَاعَةً إِلاَّ بِالإِمَارَةِ وَلاَ إِمَارَةَ إِلاَّ بِالطَّاعَةِ Tidak ada Islam tanpa jama'ah (kesatuan umat...

JANGANLAH BERLEBIHAN!

Gambar
Oleh:  Umi Rizkyi Setiap manusia memiliki gaya hidup yang berbeda. Apalagi didukung dengan pergaulan yang luar biasa. Dimana seseorang bergaul, dengan siapa ia bergaul, kelompok mana ia bergabung dalam pergaulannya itulah yang akan mempengaruhi pola pikir dan pola ia bersikap. Misal bergaul dengan orang yang suka menuntut ilmu, ngaji Islam dan mengajak seseorang untuk berbuat baik serta mencegah seseorang untuk melakukan kemaksiatan. Oleh karena itu, dengan berbagai proses dan pemikiran yang mendalam terkait ilmu yang dimilikinya maka akan terbentuklah pola pikir dan sikap yang islami. Dalam arti, seseorang akan melakukan berbagai aktifitas disandarkan dengan hukum Allah ﷻ. Contohnya beramal solih, solat tepat waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada orang tua dan mertua, mendidik anak dengan baik dan benar menurut Islam, mengajarkan puasa, sedekah, menunaikan kewajiban dengan penuh pertanggungjawaban dan lain sebagainya. Jika hal itu merupakan larangan Allah ﷻ, maka ia akan ber...

NU ATAU MUHAMMADIYAH

Gambar
Oleh:  Rita Mutiara Kembali cerita tentang tarawih. Di wilayah tempat tinggalku saat aku SMA ada sebuah mesjid yang kabarnya bentrok karena perbedaan jumlah rakaat sholat tarawih. Sebagian Jamaah menginginkan 21 rakaat dan sebagian yang lain 11 rakaat. Akhinya dibuat kesepakatan di masjid tersebut yaitu menyelenggarakan tarawih dua kali. Pertama menyelenggarakan tarawih dengan jumlah 21 rakaat, kemudian selanjutnya diselenggarakan tarawih berjumlah 11 rakaat. Itulah jalan tengah yang diambil. Dengan jalan keluar ini bentrok pun berhenti. Aku seperti ingin menepuk jidat, kok bisa bentrok gitu? Kenapa tidak mengalah, begitu pikirku. Itulah pikiran sederhanaku yang cinta perdamaian saat SMA Saat aku masuk organisasi mahasiswa Islam HMI , di sana tidak pernah dipertentangkan mengenai NU dan Muhammadiyah. Kami tidak menyoroti apakah latar belakang seseorang, NU atau Muhammadiyah. Inilah yang aku suka. Materi saat LDK HMI menitik beratkan materi aqidah dan akhlaq . Ternyata dipandang da...

PENEGAK KEADILAN

Gambar
Oleh: Yati Azim Melahirkan sikap adil bukan sekedar enak atau tidak enak. Baik atau tidak baiknya latar belakang seseorang. Apalagi jika, posisi kita sebagai seorang yang dipercaya memegang amanah. " Ah saya tidak enak sama dia, dia itu baik sama saya ". " Dia baik sekali sama saya, tidak pernah bohong, dia teman yang selalu jujur, maka saya harus jujur juga sama dia. " Terkadang kebaikan orang lain sangat mudah mendorong kita untuk kembali bersikap baik. Lalu, bagaimana jika ada orang yang sering membuat kesel, bikin emosi, bikin suntuk itu pun hadir di tengah kita. Sedangkan kita memiliki amanah juga untuk menegakkan keadilan itu. Inilah yang selayaknya wajib kita pahami, bahwa menjadi penegak keadilan itu bukan karena perasaan manusia semata-mata atau karena timbal balik. Tapi, ini karena perintah Allah ﷻ. Allah ﷻ telah memberikan kita cara pandang yang benar sehingga melahirkan sikap yang benar juga. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُه...

JANGANLAH SOMBONG!

Gambar
Oleh: Umi Rizkyi Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan barokah. Lapang akan pahala yang diobral dengan luar biasa. Bahkan tidurnya orang berpuasa saja adalah ibadah. Namun demikian, tak seharusnya dengan alasan puasa terus tidur sepanjang hari. Tanpa melakukan aktifitas apapun. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan bagi setiap muslim baik di luar bulan Ramadhan atau terlebih di bulan Ramadhan seperti saat ini. Pasti akan mendapatkan pahala di sisi Allah ﷻ dengan berlipat ganda. Pertama, jangan pernah ada sedikitpun niat terlebih lagi aktifitas yang mengantarkan atau mempersekutukan Allah ﷻ. Jika hal-hal yang mengantarkan aktifitas mempersekutukan Allah ﷻ saja dilarang dan hadijauhi bagi setiap muslim, apalagi aktifitas mempersekutukan Allah ﷻ. Maka hal tersebut sudah tentu hukumnya haram di dalam Islam. Contoh perbuatan mempesekutukan Allah ﷻ misalnya memiliki HP, laptop, gadget dan lainnya di agungkan dan dipuja-puja karena kecanggihan teknologi. Memuji seseorang, tokoh, kiyai, a...

MENJAGA HAIBAH AGAMA DAN UMAT

Gambar
Oleh: Yuyun Rumiwati Kehidupan masyarakat yang aman, tentram sejahtera dan penuh keberkahan adalah dambaan warga negara secara umum. Allah sang Maha pencipta, pengatur dan sayangnya telah memberikan petunjuk jalan keberkahan. Disitulah peran agama dan risalah yang dibawa nabi dibutuhkan. Jika kita cermati faktanya di masyarakat justru sebaliknya, terlebih akhir-akhir ini. Agama (Islam) yang seharusnya dijadikan sebagai inspirasi, aspirasi dan konstitusi justru diperlakukan tidak baik. Sebagaimana yang dilakukan Saifudin Ibrahim yang meminta Menag menghapus 300 ayat di Al-Qur'an. Bahkan menganggap pesantren sebagai tempat berpotensi membawa pada sikap radikal (22/2022). Belum lagi bermunculan banyak pegiat sosial yang sengaja mempersoalkan tentang syiar Islam semisal shalat yang membludak di new York. Sistem pengagung kebebasan Diakui atau tidak keberadaan sistem dan pemimpin sangat mempengaruhi roda kehidup negara dan masyarakat. Sistem yang lahir dari Allah tentu adalah sebaik-bai...

GHARIZAH POTENSI MANUSIA

Gambar
Oleh: Yuliati Sugiono Khasiat atau potensi manusia ada tiga: gharizah , hajah udhuwiyah dan tafkir . Pembahasan tentang gharizah Manusia itu materi, ruh diberikan belakangan yang dinamakan sirul hayah . Ruh itu menjadikan potensi hidup. Tergambar pada kehidupan. Gharizah itu khasiat pada manusia, yang mendorong untuk cenderung kepada sesuatu, untuk memuaskan sesuatu di dalam dirinya. Para peneliti berbeda pendapat tentang jumlah gharizah . Karena tidak mampunya indra melihat langsung gharizah itu. Dan tidak mampunya akal memikirkannya. Sebagian ulama menganggap penampakan gharizah itu sebagai gharizah . Contoh rasa ingin tahu, mencintai, memiliki, takut, dsb. Maka banyak sekali jenis gharizah . Setelah mendalami gharizah ada tiga kelompok: 1. Gharizah baqo' Cinta tanah air, rasa takut, mencintai kekuasaan, masuk ke dalam melayani eksistensi baqo . 2. Gharizah nau' Rasa kasihan, rasa keibuan, kebapakan, menghasilkan amal-amal yang melayani nau', agar tetap lestari. 3. Gha...

HIKMAH BERGANTINYA SIANG DAN MALAM

Gambar
Oleh: Enny Ummu Almira Masih dalam suasana bulan penuh berkah, bulan Ramadan. Pada bulan-bulan biasa kita bisa mentadaburi alam, betapa Allah Maha Kuasa menciptakan langit dan bumi, siang dan malam serta gelap dan terang. Yang kesemuanya pasti ada hikmahnya bagi orang-orang yang mau berfikir. Dalam Surat Al Isra’, Ayat 12 yang berbunyi: وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. (QS. Al-Isra' Ayat 12) Pertama, Allah menciptakan malam agar manusia bisa beristirahat dengan nyaman dan tenang. Setelah dari siang bera...

AL-QUR'AN MENGANDUNG ILMU ALLAH

Gambar
Oleh: Ummu Taqiyya Dalam Qur'an surat An-Nisa ayat 166 disebutkan: لَٰكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنْزَلَ إِلَيْكَ ۖ أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا (Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya. (QS. An-Nisa' Ayat 166) Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I dalam Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an mengatakan bahwa dalam tafsir Jalaalain diterangkan, bahwa ayat ini turun ketika orang-orang Yahudi ditanya tentang kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam lalu mereka mengingkarinya. Pada ayat di atas, Allah ﷻ menerangkan bahwa Dia yang menjadi saksi terhadap kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, demikian juga terhadap kebenaran kitab yang diturunkan kepadanya. Bisa juga maksudnya, bahwa di dalamnya mengandung ilmu-...